Lecehkan Wartawan, JN Laporkan Staf ASN Kec. Gedebage Bandung Ke Polisi!

IMG_20180215_155350

Bandung – Jayantara News

IMG_20180202_185549

Menindaklanjuti perilaku staf Kecamatan Gedebage, Kota Bandung yang sudah melecehkan wartawan Jayantara News dengan gaya “Mamih Geng” nya, Rabu (14-02-18) pukul : 11:24 WIB, hari ini, Kamis, 15 Februari 2018, Agus Saepudin (Jayantara News) dan Hendra Bunawan alias Uchok, wartawan Sunda Pos yang juga Koordinator Wartawan Jayantara News OnLine, melaporkannya ke Polsek Gedebage, Kota Bandung.

IMG-20180215-WA0092

Baca : <a href=”ASN Kec. Gedebage Bandung Ala Mamih Geng, Lecehkan & Sebut Wartawan “KURANG AJAR” – http://jayantaranews.com/asn-kec-gedebage-bandung-ala-mamih-geng-lecehkan-sebut-wartawan-kurang-ajar/”>

“Bagi saya, tidak cukup dengan permintaan maaf saja. Ini sudah melecehkan Profesi Wartawan. Jangan sampai wartawan yang lainpun terkena imbasnya,” terang Uchok.

IMG_20180215_065522

Apalagi, lanjutnya, ini bentuknya sudah masuk ke ranah pidana. Orang kita mau konfirmasi kok, terkait proyek pemindahan tanah dari masjid terapung ke Disposal, kenapa dia halang-halangi. “Dia sudah menghalang-halangi kinerja wartawan dalam hal peliputan, dimana sanksinya ya denda 500 juta dan pidana 2 (dua) tahun, pasal 18 UU Pers No 40 Tahun 1999.

“Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah)”.

“Kalau secara pribadi sudah saya maafkan. Namun karena ini menyangkut profesi, dan takut berdampak pada yang lain, ya kita tindaklanjut,” tandas Uchok yang diamini Agus Saepudin.

Ditemui terpisah, Agus Chepy Kurniadi, selaku Pimpinan Umum Jayantara News sekaligus Kabid Investigasi BPI KPNPA RI (Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara Pengawas Anggaran Republik Indonesia) menuturkan. Siapapun dan apapun jabatannya, sekiranya menyimpang dari aturan, apalagi keterkaitannya dengan menghalang-halangi peliputan wartawan dalam mencari berita, ya kita tindak lanjut.

Jangan disangka kita akan diam saja!. Ini sudah menyangkut pelecehan terhadap kinerja wartawan dengan kata-kata kasarnya. Semoga ini akan dijadikan pembelajaran bagi Staf Penyelenggara Pemerintahan Desa maupun Kecamatan, ataupun Penyelenggara Negara yang lain.

Tugas wartawan adalah mencari, memperoleh, menyimpan, memiliki, mengolah sekaligus menyampaikan informasi ke publik. Sekali lagi, kawal proses ini sampai tuntas!!!, tegas Agus.

(Red JN)