MA Jatuhkan 5 Tahun Penjara Direktur PT. DAU Atas Kasus Tipikor Normalisasi Batang Lunto

Sawahlunto – Jayantara News

IMG_20171221_232408

Setelah menunggu sekian lama, terkait kasasi yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengadilan Negeri Kota Sawahlunto, Sumatera Barat dalam kasus korupsi Proyek Normalisasi Batang Lunto, akhirnya Majelis Hakim Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan kasasi tersebut.

Hal itu diungkapkan Kajari Sawahlunto, Sunarko, SH, saat ditemui sejumlah awak media yang bertugas di Kota Sawahlunto di kantornya, Rabu (27/12) siang.

Menurut Kajari, Putusan MA dengan Majelis Hakim, Ardijo Alkostar, MS Lume dan Krisna Harahap, itu telah diterima sejak tanggal 20 November yang lalu, yang menggugurkan terhadap vonis di Pengadilan Tipikor Padang, di mana sebelumnya telah membebaskan Yayang Suryana, Direktur PT. Delima Agung Utama dari tuntutan JPU.

“Sebelumnya, dalam kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Proyek Normalisasi Batang Lunto dengan item pekerjaan rehabilitasi/rekonstruksi Bendungan, Cek Dam dan Dinding Penahan dengan nomor kontrak 360/17/PPK-RR/BKPPBD/SWL-2012 tanggal 11 Juni 2012, bernilai Rp. 6.317.243.000,- yang dilaksanakan oleh PT. Delima Agung Utama dengan konsultan pengawas CV. Alviza Limko Konsultan itu, Pengadilan Tipikor Padang telah memberikan vonis bebas pada Yayang Suryana.

Dalam salinan amar putusan yang kami terima, lanjut Sunarko, Majelis Hakim Mahkamah Agung menjatuhkan vonis bersalah terhadap Yayang Suryana, dengan menjatuhkan pidana 5 (lima) tahun penjara dan denda Rp. 200 juta, subsider 6 (enam) bulan penjara dan uang pengganti sebesar Rp. 260 juta subside 1(satu) tahun penjara.

“Dengan adanya putusan kasasi ini, kami akan segera melakukan eksekusi terhadap terdakwa Yayang Suryana selaku direktur PT. Delima Agung Utama,” ujar Jaksa asal Kemangkon Jawa Tengah itu.

Akan tetapi, lanjut Sunarko, kami butuh waktu untuk melakukan eksekusi, karena alamat terdakwa ada di Banten. “Kami akan segera melayangkan surat panggilan,” imbuhnya.

Sementara itu, menjawab perkembangan kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi yang terjadi di SMK Negeri Sawahlunto, Sunarko mengatakan, bahwa sejauh ini sudah ada 1 (satu) terdakwa yang dituntut 2 (dua) tahun penjara, yaitu Hs sang mantan kepala sekolah.

“Tuntutan itu dilakukan tanggal 8 Desember yang lalu, yaitu 2 (dua) tahun penjara dan denda Rp. 50 juta subsider 3 (tiga) bulan penjara,” terangnya.

Untuk kasus ini, Kajari juga mengatakan akan terus dilanjutkan. (ap)