Menko Polhukam : Bangga Keberadaan IMO, Laskar Perang Lawan Hoaxs!

IMG_20180214_181747

Jakarta – Jayantara News

IMG_20180202_185549

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Jenderal TNI (Purn) H. Wiranto, menyebut keberadaan Ikatan Media Online (IMO) Indonesia seperti laskar perang  yang melawan hoaxs.

“Saya senang dan bangga dengan IMO-Indonesia melawan Hoaxs,” ujar Wiranto dalam sambutannya sekaligus menutup Rakernas IMO-Indonesia di Hotel  Puri Saron Seiminyak Rabu siang tadi, 14 Februari 2018.

Menurut Pak Wir, sebutan akrabnya, ancaman terbesar saat ini bukan berasal dari kekuatan senjata, melainkan dari media sosial. Salah satunya adalah Hoaxs yang dapat meluluhlantakan bangsa.

IMG_20180214_181732Pemberitahuan legalitas perusahaan Pers kepada Ketua DPW Sumut, Syafrul Daulay

“Jadi, kalau ada anak-anak bangsa yang membuat organisasi melawan Hoax, saya bangga dan senang,” tambahnya, seraya mengaku setiap pagi selalu dikabari soal Hoax.

Wiranto berharap, keberadaan IMO tidak sesaat, tapi berkelanjutan. Alasan komitmen IMO-Indonesia sangat penting dalam memerangi Hoax, sekaligus mempererat persatuan.

IMG_20180214_181721

Ketua DPW Riau, Saudara Hondro

“Kita harus bersatu memerangi Hoaxs dan segala macam ancaman bagi negara,” jelas mantan Panglima TNI, seraya mengaku mendapat undangan dari IMO-Indonesia sangat mendadak, lagipula namanya masih terasa asing.

“Tapi, setelah mendapat penjelasan dari staf, saya tertarik dan meluangkan datang ke sini, menemui teman-teman,” papar pendiri partai Hanura ini.

Di hadapan para peserta, Wiranto menyatakan kesediaanya menjadi Dewan Penasehat IMO-Indonesia.

“Tapi dengan syarat tetap komitmen dan menjaga fakta integritas,” ujar Wiranto, yang hari itu disematkan Jas Uniform IMO Indonesia dan memberikan sertifikasi kepada 5 DPW yang dilantik dalam Rakernas tersebut.

Sementara itu, Ketua Umum IMO-Indonesia, Yacob Ismail, menguraikan sejarah lahirnya IMO yang digagas oleh beberapa pengurus IPJI yang merasa prihatin akan maraknya Hoaxs di media sosial.

“Rakernas ini digelar hanya 100 hari kurang 13 hari setelah dideklarasikan 27 Oktober 2017,” ujar Jacob.

Menurut Yacob, Rakernas ini dilakukan secara swadaya dan kolektivitas tanpa adanya sponsor dari pihak lain.

“Kita atas biaya sendiri, sekaligus menunjukkan independensi kami sebagai perusahaan online,” jelas Yacob, yang diiyakan oleh Ketua OC, Vidi Simanjuntak.
(Red JN)