MIRIS! BNN Jateng Ciduk Oknum Guru Ngaji Yang Ditengarai Jual SHABU

IMG_20180410_133818

Sragen – Jayantara News

FB_IMG_1515036941798

Seorang ‘Guru Ngaji’ di salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) di Solo, berinisial AGR (47) beserta rekannya, SYN (53), diduga pemakai sekaligus mengedarkan Shabu, ditangkap Badan Narkotika Nasional ( BNN) Provinsi Jawa Tengah pada 6 April 2018 lalu di Wilayah Sragen Jawa Tengah.

Menurut Kepala BNN Jateng, Brigjen Tri Agus Heru, menjelaskan, kasus ini terbongkar berkat informasi dari masyarakat yang mencurigai adanya sebuah Mobil Avanza berwarna hitam yang diduga membawa Shabu.

“Mobil ber Nopol AD 8935 IU, kami geledah di pertigaan Pungkruk dan ditemukan 10 gram Shabu. Dan kami tangkap pelakunya,” ungkapnya saat Jumpa Pers, (Senin, 9/4).

Selanjutnya, Tri pun membenarkan salah seorang pelakunya berprofesi ‘Guru Ngaji’ di Ponpes di Solo. “Pelakunya Guru Ngaji yang sudah mengajar selama 5 tahun di Ponpes. Dari pengakuannya, pelaku dibayar Rp 1 Juta oleh seorang bernama Bejo untuk antar Shabu,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Pergerakan Anti Narkoba Amartha (PANA) Jawa Tengah, Rahmat Da’wah, mengungkapkan keprihatinannya atas ditangkapnya seorang Ustadz yang mengedarkan Shabu.

“ini sangat berbahaya. Karena serangan Narkoba sudah menyasar ke pondok. Makanya harus diusut tuntas dan dilakukan pencegahan sejak dini,” ungkapnya.

Sebagaimana informasi yang dapat dihimpun Media, terbongkarnya kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya sebuah Mobil Avanza Hitam Nopol AD 8935 IU yang diduga bawa Shabu.

Kemudian mobil tersebut dihentikan petugas di pertigaan Pungkruk Sukowati, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, dan hasil penggeledahan ditemukan Barang Bukti (BB) berupa 10 gram Shabu.

Selanjutnya, kedua tersangka yang salah satunya seorang Ustadz, AGR, warga Tegalayu Laweyan Solo dan SYN warga Stabalan Solo, ditangkap pada 6 April 2018 lalu.

Dari hasil pemeriksaan, kedua tersangka tersebut mengedarkan Shabu dapat imbalan Rp1 Juta yang disuruh seorang bernama Bejo yang hingga kini masih buron. (Imam S)