NGERI!, Demo SUMMARECON Nyaris BENTROK Massa Di Gedebage

IMG-20180916-WA0214

JAYANTARANEWS.COM, Gedebage

IMG_20180628_215930

Masalah polusi udara (debu) dan jam kerja perusahaan serta kompensasi yang dinilai tidak sesuai dengan keinginan warga masyarakat Gedebage Kota Bandung, diduga menjadi pemicu unjuk rasa warga terhadap SUMMARECON.

IMG-20180916-WA0211

Menurut Udin, Ketua RT 03 RW 03 Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, menjelaskan kepada JAYANTARANEWS.COM, Minggu (16/09), permasalahan ini bermula dari debu yang ditimbulkan oleh kendaraan yang mengangkut tanah untuk proyek pengurugan di SUMMARECON. ” Warga kami meminta agar jam kerja perusahaan dibatasi hingga jam 6 sore sudah tidak ada aktivitas, karena sangat mengganggu warga masyarakat, namun pihak SUMMARECON tidak mau menuruti keinginan warga, sehingga akhirnya terjadi demo,” kata Udin.

Hal senada diungkapkan oleh Nening, istri dari Andri Ketua RT 01 RW 03. ” Betul, ini masalahnya seperti itu, debu dan jam kerja hingga larut malam, ini jelas sangat mengganggu warga dengan getaran kendaraan seperti gempa saja, sampai ada warga yang sakit akibat menghisap debu,” ungkapnya.

Mengenai AMDAL di SUMMARECON, salah seorang warga yang tidak bersedia ditulis jatidirinya memberikan informasi, konon katanya tidak dijalankan oleh pihak perusahaan. ” Untuk RW 03 itu ada anggaran bantuan sebesar Rp 12 juta dari SUMMARECON, sedangkan untuk RW 04 sebesar Rp 4 juta, RW 05 sebesar Rp 18 juta. Kompensasi ini tidak sesuai dengan akses lima milik perusahaan karena debu dan aktivitas mereka sangat mengganggu masyarakat. Saya hanya menginginkan aktivitas kerja perusahaan hingga pukul 4 sore saja, mungkin ini ada oknum penjilat perusahaan yang memberikan jaminan kerja hingga malam hari, ini harus diusut siapa yang memberikan izin hingga malam hari,” jelas warga.

IMG-20180916-WA0213

Satu lagi hal yang harus diantisipasi ulah provokator yang memprovokasi massa dengan menyebarkan isu mengenai adanya salah satu mantan Ketua RW Ranca Sagatan bernama Dalih yang dianiaya oleh warga sehingga nyaris memancing keributan akibat provokasi tersebut, namun ketika ditelusuri bahwa informasi itu tidak benar. ” Ada warga Ranca Sagatan yang membawa senjata tajam, ini tidak ada hubungannya karena yang bermasalah adalah warga Ranca Pacing dengan SUMMARECON, bukan dengan warga Ranca Sagatan, ya mungkin saja ada warga Ranca Sagatan yang bekerja di sini,” kata sekelompok ibu – ibu menceritakan kepada JAYANTARANEWS.COM.

Ada hal yang patut disayangkan, ketika terjadi konsentrasi massa yang sedang memanas, pihak keamanan dari Polsek Gedebage hanya terlihat beberapa anggota berpakaian dinas saja, sedangkan aksi massa ini berlangsung dari tadi siang hingga larut malam, hanya didominasi oleh Satpam SUMMARECON yang hampir menjadi bulan – bulanan massa ketika membuang batu dan memindahkan kendaraan roda tiga sebagai blokade yang dibuat oleh masyarakat. Warga hingga malam ini belum mengizinkan pihak SUMMARECON melanjutkan aktivitas kerja sebelum tuntutan warga dipenuhi. Sebagai informasi terakhir, SUMMARECON hingga hari ini, Minggu, (16/09) Pukul 20:30 WIB masih dijaga oleh warga masyarakat, mereka khawatir jika tidak dijaga aktivitas di SUMMARECON akan berjalan kembali.

IMG-20180916-WA0215

Sedangkan dari pihak SUMMARECON belum ada yang bisa ditemui oleh JAYANTARANEWS.COM, hanya pihak keamanan (Satpam-red) beranggota puluhan saja yang masih tetap menjaga lahan seluas kurang lebih 400 ha, namun mereka ngga bersedia diwawancarai.

(Tim JN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here