Oknum DISPERINDAG Bengkalis Diduga Terima Suap, Masyarakat Keluhkan Langkanya Gas

IMG_20180213_122002

Bengkalis – Jayantara News

IMG_20180202_185549

Keresahan masyarakat akan naiknya harga Elpiji 3 Kg yang dikhabarkan tidak disubsidi oleh Pemerintah, hanyalah isu saja. Sampai saat ini harga Elpiji masih stabil dari Pertamina belum ada mengumumkan kenaikan harga, hal ini membuat lega warga Wonosari Bengkalis.

Tapi sangat disayangkan, ada saja agen pangkalan gas Elpiji yang menaikan harga jual melebihi harga HET dari Pemerintah. Pangkalan yang menjual harga Elpiji yang melebihi harga HET Pemkab Bengkalis seperti yang terletak di Jalan Wonosari Tengah, Bengkalis.

Mereka merasa tidak takut akan dikenakan sanksi dari Disperindag Bengkalis dan atau instansi lainnya.
Diduga pemilik pangkalan Elpiji tiap bulannya menyetor atau menyuap Oknum Disperindag Bengkalis.

Hal ini diungkapkan Edi, warga Wonosari yang ditemui awak media, Senin (12/2/2018) di kediamanya. Edi mengatakan, penjualan Elpiji dengan harga di atas harga HET Pemda ini, sudah berjalan sangat lama, padahal terlihat jelas harganya di situ Rp.21.500,-.

“Pernah saya berbicara sama yang mempunyai pangkalan tersebut, katanya susah cari uang Rp. 500, lagian kalau orang kantor datang kita mau kasih juga. Kalau tidak dikasih, ada saja salah kita”.

“Saya curiga ada permainan antara pangkalan dengan Oknum Disperindag, Kalau satu tabung dapat lima ratus, kali dua mobil sekitar seribu tabung, dua kali dalam seminggu, sebulannya banyak juga, lebih dari lima juta,” katanya.

Kami berharap, Disperindag Bengkalis atau instansi yang bisa menangani atau pihak Penegak Hukum untuk turun ke lapangan. Stabilkan harga bantu masyarakat, jangan hanya mikir dibantu pedagang atau pengusaha saja, tuturnya.

Pada hari Selasa (13/2/2018) pagi, awak media menghubungi Burhanudin melalui telepon selular, beliau sedang dalam perjalanan ke Mandau dalam rangka pantauan harga elpiji di Mandau dan koordinasi dengan UPTD Mandau terkait masalah ini. Nanti setelah selesai semuanya akan kita informasikan.

Keresahan masyarakat akan tidak stabilnya harga eceran Elpiji di Bengkalis dirasakan oleh Ana, warga Jalan Al Muslihun Bengkalis. Dia mengutarakan, kalau di pangkalan harganya Rp.22.000,-, tapi kalau putus di kedai-kedai harganya Rp.25.000,-. Susahlah kami masyarakat, tak dibeli tak dapat masak, mau tak mau terpaksa dibeli juga walau dengan harga yang tinggi. “Harapan saya, harganya yang wajar saja, usaha kami buat kue, kalau harga gas mahal tak dapat jualan lah kami,” tuturnya. (Tim)