Pangandaran Terancam Krisis Moral! GEMA Tuding Pemkab Tidak Tegas Sikapi ASN Terlibat Kasus Asusila

IMG_20180228_213919

Pangandaran – Jayantara News

IMG_20180202_185549

Mencermati maraknya kasus asusila/amoral yang terjadi di ruang lingkup Kabupaten Pangandaran, khususnya dikalangan PNS/ASN, disikapi sejumlah kalangan.

Puluhan masa yang tergabung dalam Gerakan Elemen Masyarakat Aksi (GEMA), mendatangi Kantor Sekretariat Daerah Pangandaran dan menggelar orasi mimbar bebas, pada Rabu, (28/02/18).

IMG_20180228_213930

Koordinator GEMA Pangandaran, Dede Ihsan Rifa’i mengatakan, pihaknya sangat prihatin dengan maraknya kasus asusila/amoral yang kerap terjadi di Kabupaten Pangandaran.

“Hari ini, Pangandaran terancam krisis moral, kami memiliki tanggungjawab untuk menyikapinya,” kata Dede.

Pada dasarnya, GEMA Pangandaran mendukung Program Bupati Pangandaran melalui pendidikan karakter.

“Kami tidak menghendaki program pendidikan karakter tercoreng dan disia-siakan oleh Oknum Pejabat yang tidak bertangungjawab,” tambahnya.

Adapun yang dituntut Gerakan Elemen Masyarakat Aksi, (GEMA), yaitu:
1. Bupati Kabupaten Pangandaran melalui Tim Penjatuhan Hukuman Disiplin yang diketuai Sekda, untuk mengambil sikap tegas terhadap PNS/ASN yang terlibat kasus asusila/amoral.

2. Meminta menerapkan pola pencegahan agar PNS/ASN tidak terlibat kasus asusila/amoral.

3. Meminta Sekda Kabupaten Pangandaran melakukan pengawasan terhadap PNS/ASN yang terindikasi melakukan perbuatan asusila/amoral.

Masa aksi juga menegaskan, Bupati harus memberikan Sanksi Penjatuhan Hukuman Disiplin bagi PNS/ASN yang telah terbukti melakukan kasus asusila/amoral. Juga mengungkap kembali kasus asusila/amoral yang belum terselesaikan, pungkasnya.

IMG_20180228_213906

Sementara itu, Mahmud, sebagai Sekertaris Daerah (SEKDA) mengungkapkan, dia akan menindak tegas untuk seluruh PNS/ASN yang tidak melakukan kewajiban dan melanggar semua larangan yang diatur dalam PP 53 Tahun 2010, tegas nya.
(Heru Octobest/Nana S JN)