Panwaslu Klarifikasi Sekda Pangandaran  Terkait Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN

IMG_20180203_110813

Pangandaran – Jayantara News

FB_IMG_1515036941798

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pangandaran, Mahmud, SH.MH, datang ke Kantor Sekretariat Panwaslu Kabupaten Pangandaran. Kedatangannya untuk menenuhi panggilan Panwaslu Kabupaten Pangandaran dalam rangka mengklarifikasi terkait indikasi dugaan pelanggaran netralitas ASN, Kamis (2/2/2018). Hal ini karena adanya sejumlah ASN dan Kepala Desa yang menghadiri kegiatan Upacara Peringatan HUT PDIP ke 45 yang diselenggarakan oleh DPC PDIP Kabupaten Pangandaran di panggung terbuka Pantai Barat Pangandaran, pada Selasa (30/1/2018) pekan lalu.

Baca juga : <a href=”ASN Kab. Pangandaran, Ramai2 Hadiri Kegiatan Politik HUT PDI P Ke-45, Ini Kata Ketum LSM “LPK-GKMI” – http://jayantaranews.com/asn-kab-pangandaran-ramai2-hadiri-kegiatan-politik-hut-pdi-p-ke-45-ini-kata-ketum-lsm-lpk-gkmi/”>

Menurut Ketua Panwaslu Kabupaten Pangandaran, Iwan Yudiawan, S.Ag, mengatakan, kedatangan Sekda Kabupaten Pangandaran hanya untuk melakukan klarifikasi terkait indikasi dugaan pelanggaran netralitas ASN,  Kamis (2/2/2018).

“Pak Sekda sangat kooperatif datang memenuhi undangan Panwaslu. Beliau juga tadi telah menjelaskan secara panjang lebar dan gamblang, kenapa dia menyampaikan surat undangan bagi bawahannya untuk menghadiri kegiatan HUT PDIP ke 45 di Pangandaran,” ujarnya.

Iwan menambahkan, Panwaslu tetap akan menindaklanjuti sesuai aturan, namun hanya meneruskan ke instansi terkait untuk melakukan pembinaan soal Kode Etika ASN, selain tentunya secara vertikal akan meneruskan ke Bawaslu terkait kejadian ini.

“Mudah-mudahan kejadian ini menjadi perhatian semua pihak, terutama Pemerintah soal netralitas ASN, agar kondusifitas jelang Pilkada serentak dapat terjaga,” paparnya.

Sementara, Sekertaris Daerah  (Sekda) Pemerintah Kabupaten Pangandaran, Mahmud, di ruang kantor sekretariat Panwaslu, setelah diklarifikasi Panwaslu terkait kehadiran ASN di HUT PDI-P Pangandaran ke-45, mengatakan, kedatangan kami dan para OPD Camat dan Kepala Desa, menurut kami itu tidak melanggar perundang-undangan. Ia beralasan bahwa ASN datang karena diundang oleh DPC PDI-P Pangandaran.

“Kami hadir atas undangan dari DPC PDI-P Pangandaran. Kalau ada dari partai lain juga, saya akan berusaha datang,” kata Mahmud, SH.MH.

Mahmud menjelaskan, HUT PDI-P ini bukanlah bagian dari kampanye politik. Karena belum ada penetapan Calon Gubernur Jawa Barat. Bahkan dia juga mengatakan beberapa kali, dirinya datang menghadiri undangan partai lain.

Untuk surat undangan yang kami buat dan ditandatangani, untuk mengundang kepada para camat.

Menurut Mahmud,” semua surat dan pemberitahuan mengnyakut ke Pemerintahan Kabupaten Pangandaran, tentu kami semua yang menandatanganinya, berikut surat untuk undangan HUT PDI P ke-45 tahun,” ungkapnya. (Budi JN)