Partai Berkarya Menilai Penanganan Teroris Masih Kurang Tegas!

IMG_20180518_113724

Keterangan Photo : Sekjen DPP Berkarya, Drs Priyo Budi Santoso, M.Ap dengan Bung Sham ‘Ketua DPW Angkatan Muda Partai Berkarya (AMPB) Provinsi NTB

JAYANTARANEWS.COM, Jakarta

Partai Berkarya mengecam keras Aksi Teroris yang melakukan serangkaian aksi bunuh diri diberbagai tempat di Kota Besar di Indonesia. Tindakan yang mengarah kepada pihak keamanan menunjukkan kelompok Teroris makin melecehkan dan menganggap remeh Penegak Hukum. Pemerintah didesak melakukan antisipasi dan tindakan tegas.

” Kami prihatin dengan kondisi keamanan saat ini. Banyak rakyat mulai gelisah, tidak nyaman dan ketakutan akibat aksi bom bunuh diri yang dilakukan Teroris. Pemerintah harus segera kendalikan keadaan, sebab jika tidak ditindak tegas, akan memberi pengaruh pada stabilitas keamanan, ekonomi dan politik,” tegas Sekjen Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso, saat diminta komentarnya di Jakarta masalah aksi bom bunuh diri.

Menurut Politikus asal Jawa Timur itu, untuk melakukan penumpasan terhadap Teroris, aparat Penegak Hukum tidak perlu harus menunggu selesainya UU Teroris. Cukup dengan payung hukum yang ada, para Penegak Hukum sudah dapat bertindak tegas. Jangan hanya urusan karena hak asasi seorang Teroris lantas mengorbankan hak asasi rakyat banyak. Pelanggar hukum harus ditindak tegas!.

Priyo juga menilai, pihak Pemerintah harus menata ulang sistem pencegahan dini yang melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak di lini bawah untuk pencegahan dini. Sistem pelaporan warga di setiap RT/Desa perlu dihidupkan, termasuk mendeteksi mulai dari pembuatan KTP. Di era kepemimpinan HM Soeharto, dirasakan efektif menanggulangi teroris. Jarum jatuh saja bisa dideteksi.

” Kami dan seluruh rakyat Indonesia tentu berharap, Polisi, BIN, BNPT dan dibantu Babinsa dan Bhabinkamtibmas dapat lebih proaktif mengatasi Jaringan Teroris. Jika melihat amatan jaringan ini, bisa saja bermukim di kontrakan, dan bahkan diduga kuat bersembunyi di Institusi Pemerintahan, Ormas maupun Partai Politik,” tegas Priyo

Partai Berkarya juga mengusulkan, menghadapi kondisi bangsa yang lebih terbuka dengan adanya globalisasi, Pemerintah bisa melakukan Litsus guna mengidentifikasi bersih atau tidaknya seseorang yang dicurigai masuk Jaringan Teroris. Sekarang kita tidak bisa memetakan, siapa kawan atau lawan seperti isteri bom bunuh diri di Surabaya ternyata pegawai Depag Jatim.

” Kita harus mendukung upaya Pemerintah dalam memerangi Teroris. Jika ingin aman dan damai, jangan sampai Teroris tumbuh subur. Seluruh rakyat harus bersatu memerangi teroris. Mari kita awasi lingkungan kita masing – masing,” tegas politisi kawakan itu.

Hal senanda juga disampaikan Syamsuddin, yang akrab disapa Bung Sham ‘Ketua AMPB NTB’, bahwa Angkatan Muda Partai Berkarya NTB optimis dengan tegas menyampaikan, bahwa Pemuda NTB siap mendukung upaya Pemerintah dalam hal memerangi Teroris. Karena dengan memerangi Teroris, maka kita menjadi Negara yang aman dan damai. Seperti di era zaman Soeharto, tidak ada Teroris yang berani berkutik. Oleh karenanya, mari kita bersatu seluruh Rakyat Indonesia khususnya NTB, mari kita bersatu memerangi Teroris dan tentunya kita berawal dari diri kita sendiri, lingkungan kita sendiri agar tercipta suasana kondusif maka kita perkuat Siskamling bekerjasama dengan Polri dan TNI, pungkasnya.

(DHY JN)