Pelaku Industri Kab Bandung Abaikan Program CITARUM, Pesawahan LAGADAR Dialiri Limbah

IMG_20180517_122239

JAYANTARANEWS.COM, Kab Bandung

FB_IMG_1515036941798

Peraturan Presiden No 15 Tahun 2018 kembali dilanggar. Air limbah pabrik dengan tenangnya mengalir bebas di anak Sungai LAGADAR. Air limbah yang hitam dan pekat tersebut diduga tidak diolah dengan baik oleh para pelaku industri. Padahal, Menko Maritim di hadapan para Pengusaha sudah sangat jelas dan tegas memberi tenggang waktu 3 bulan untuk perbaikan IPAL dan selama perbaikan, apabila masih membuang limbah, akan ditindak tegas.

IMG_20180517_122302

Anda (67), warga RT 01 RW 05 Kp Mekarbakti, Desa Lagadar, Kecamatan Marga Asih yang lahan Pertaniannya ikut terkena dampak air limbah menjelaskan. ” Hal seperti ini sudah berlangsung lama, apalagi kalau musim kemarau. Lihat saja, sawah terpaksa di aliri limbah, padahal itu bisa memperlambat pertumbuhan tanaman,” jelasnya kepada JAYANTARANEWS.COM, Rabu.16 Mei 2018, sambil menunjuk selokan yang hitam pekat.

IMG_20180517_122221

” Saya berharap, ke depannya setelah ada Program Citarum Harum, selokan ini bisa normal dan bisa membuat sumur lagi, karena selama ini air bersih yang digunakan warga, hasil pemberian dari pabrik terdekat,” tambahnya.

Desa Lagadar, Kecamatan Marga Asih, masuk ke dalam wilayah Sektor 21. Ketika dihubungi via WhatsApp, Dan Sektor 21, Kol Yusep, menyayangkan adanya air limbah yang mengairi lahan pertanian. ” Sudah pasti petani akan rugi, selain tidak maksimal hasilnya kalau dikonsumsi juga pasti berbahaya karena berasnya sudah tercemar,” jelasnya, seraya berharap dengan adanya Program Citarum ini, para pemilik pabrik sadar akan bahaya rusaknya lingkungan.

IMG_20180517_122205

” Saya tidak akan lelah melaporkan ke komando atas setiap ada pelanggaran, dan mendorong Polri juga Dinas LH untuk mengambil tindakan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Jurnalis Peduli Citarum Harum (JPCH), Setio, SH yang ditemui JAYANTARANEWS.COM, di kantornya mengatakan,” menjelang lebaran biasanya pabrik menggenjot produksinya sebelum mereka libur. Tapi bukan berarti harus membuang seenaknya limbah pabrik mereka. Pengawasan harus lebih ditingkatkan, kerja sama semua unsur masyarakat sangat perlu, karena masyarakat yang akan merasakan dampaknya langsung,” terangnya.

(Rie 036 JN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here