PENTINGNYA WUJUDKAN NILAI-NILAI BHINEKA TUNGGAL IKA, DEMI NKRI HARGA MATI

IMG_20170519_211333

BANDUNG – reportasejabarnews.com

Acara Gala Dinner & Focus Discussion yang digelar di Hotel Horizon, Kota Bandung, Jum’at (19/5/2017) yang juga dibarengi dengan Dialog Kebangsaan berlangsung khidmat. Momen yang diprakarsai oleh Laskar Merah Putih ini juga menghadirkan beberapa Narasumber, diantaranya : Dra. Hj. Popong Otje Djundjunan, anggota DPR RI Perwakilan Jawa Barat (Ceu Popong), Brigjen Dani Gaotama, Kepala BIN Daerah Jawa Barat, AKBP DR. I Ketut Adi Purnama SH.MH, Kasubdit Ekonomi Dit. Intelkom Polda Jabar, berikut Ketua Umum LMP, H. Adek Erfil Manurung SH, Sekjen LMP, Neneng Astuti SH, Ketua Jabar Hejo, Eka Santosa, Ketua IPJI (Ikatan Penulis & Jurnalis Indonesia) wilayah Jawa Barat, Dra. Ai Mulyani beserta Wakil Ketua Bidang Organisasi IPJI & Ka. Biro Humas BPI KPN-PA RI wilayah Jawa Barat, Agus Chepy Kurniadi, para Insan Pers, para Ketua Ormas / LSM berikut tamu undangan yang lain.

IMG_20170519_205102

Mengawali sambutannya, Dra. Hj. Popong Otje Djundjunan atau lebih akrab disapa Ceu Popong, menyampaikan, bahwa dalam memaknai kecap / kata merdeka tentunya mempunyai makna tersendiri. Merdeka artinya, bahwa kita sudah lepas dari penjajahan. Kemerdekaan yang kita raih bukannya hadiah, tapi hasil dari perjuangan dan pengorbanan baik darah maupun nyawa. Perjuangan panjang selama berpuluh-puluh tahun tersebut tentunya atas Kehendak Nya, di samping melalui beberapa tahapan, yaitu Nation Building dan Character Buliding.

IMG_20170519_211601

Pembentukan Negara kita (State Building) pada tanggal 8 Agustus 1945 menurut Ceu Popong, begitu penuh makna. “Sementara saat ini, tugas kita hanya mengisinya dalam segala hal positif. Dalam arti kata, tidak usah terlalu teoritis. Intinya tinggal bertanya pada diri sendiri. Kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas dan kerja tuntas adalah kata kuncinya,” tegas Ceu Popong.

IMG_20170519_211451

Banyak negara lain yang menyorot terhadap negara kita, lanjut Ceu Popong. Targetnya adalah generasi muda. Mereka jungkir balikan mental para generasi muda dengan narkoba. Akan tetapi, dalam menyelamatkan para korban narkoba, hanyalah dengan hubungan emosional, saran Eceu.

IMG_20170519_211529

Brigjen Dani Gaotama memaparkan, Indonesia sebagai NKRI pastinya tidak bisa hidup hanya dengan satu agama, suku bangsa, budaya dan bahasa saja. Perbedaan dan keberagaman diantara kita, itulah yang menyatukan kita. Kita adalah NKRI yang Ber-Bhineka Tunggal Ika. Adapun, terkait beberapa pulau yang lepas tentunya merupakan suatu tantangan. Tantangan sebagai anak bangsa dalam mempertahankan keutuhan negeri dan pastinya NKRI adalah Harga Mati, tegasnya.

Kita harus membela negara kita, dan siapa yang membelanya..? Sebagai warga Negara Indonesia, kita wajib membela dan menjaga keutuhan NKRI sesuai yang termaktub dalam UUD 1945, ujar Dani.

Senada dituturkan Agus Hanafi. Indonesia ini sedang dalam incaran seluruh dunia, dan mereka tidak menginginkan Indonesia itu maju. Agus menjelaskan, Indonesia mempunyai letak Geografis yang susah ditembus, dan merupakan negara tempur yang sulit dikuasai.

Demikian juga AKBP DR. I Ketut Adi Purnama SH.MH, secara ringkas mengutarakan, Indonesia begitu beragam budaya, pulau, suku bangsa, bahasa dll. Pastinya begitu diinginkannya negeri kita bagi negara lain. Untuk itu, kita sebagai Bangsa Indonesia, selayaknya menjaga NKRI secara mutlak tanpa tawar menawar, tandasnya. (AC // RJ)