Perangi HOAX, AMLB Pangandaran Deklarasikan Pilgub Jabar Yang Bersih

IMG_20180413_001743

Pangandaran – Jayantara News

FB_IMG_1515036941798

Seiring dengan menjelangnya Pilgub Jabar, “Deklarasi Anti Hoax” sudah banyak dilakukan oleh sejumlah kelompok dari berbagai kalangan di wilayah Jawa barat. Hal ini seperti yang dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Langkaplancar Bersatu (AMLB), yang mendeklarasikan Anti Hoax, dan Pilgub Jabar yang bersih, Kamis, (12/04/18)

Deklarasi ini bertujuan agar melahirkan kepemimpinan yang baik dan berkualitas, dan menjaga agar tidak timbulnya perpecahan, adu domba antar umat akibat berita Hoax, ditegaskan Anton (Korlap AMLB) waktu orasi di mimbar bebas di depan Kantor Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran.

Adapun pernyataan sikap yang dideklarasikan AMLB, yaitu sebagai berikut :

Pernyataan sikap Anti Hoax:
1. Berita Hoax adalah sumber perpecahan yang dapat mengadu domba antar umat, sehingga meresahkan masyarakat,
2. Mendukung pihak Kepolisian agar menindak secara tegas pelaku penyebaran berita Hoax, untuk menjaga kondusifitas dan persatuan bangsa

Pernyataan sikap Pilgub Jabar:
1. Mengajak kepada seluruh komponen masyarakat Kecamatan Langkaplancar untuk mensukseskan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat,
2. Mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menggunakan hak politiknya secara bertanggung jawab, kritis, objektif dan rasional, menjaga ketertiban, menghormati perbedaan pilihan, memelihara kebersamaan, serta menjauhi praktek politik transaksional, kampanye hitam dan perbuatan yang tidak bermoral lainnya,
3. Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur agar dilaksanakan dengan transparan, jujur dan adil,
4. Menolak segala bentuk kecurangan,
5. Menolak keterlibatan ASN serta Pejabat Publik

“Pilkada / Pilgub, hendaknya dijadikan proses dan mekanisme politik yang baik dan bermartabat, dengan senantiasa berpegang teguh terhadap Pancasila dan UUD 1945, serta menjunjung tinggi moral dan etika yang bersumber pada nilai – nilai agama dan budaya bangsa Indonesia”.

“Mengutamakan kepentingan umum dan hak azasi manusia, menghargai perbedaan pilihan, memelihara persatuan dan kesatuan demi terciptanya Pilkada yang bersih, berintegritas aman dan damai,” pungkas Anton. (Nana JN)