PHDI Kab. Bekasi, Adakan Seminar & Dharma Tula Perkokoh 4 Pilar Negara Indonesia

IMG_20171127_095638

Jakarta – jayantaranews.com

Seminar yang diselenggarakan atas kerjasama antara Parisada Kabupaten Bekasi dengan Yayasan Taman Dharma Widya Bekasi, tepatnya di Hotel President Executiv Club Cikarang, Minggu,26/11/2017, dihadiri oleh para nara sumber, di antaranya, Mayjen TNI Purn. Wisnu Bawa Tanays, S.Ip, Acarya Raja Rada Prabhu Darmayasa, dan Kol. TNI Purn. Drs. I Nengah Dhans, S. Ag.

Diawal sambutan, Kombes Pol. Drs. I Made Pande Cakra, M. Si, sebagai Ketua PHDI Kabupaten Bekasi, menuturkan sembari berharap agar para peserta seminar selalu memperkuat ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan menambah rasa cinta tanah air Indonesia, serta mampu menjaga Empat Pilar Negara Indonesia.

Selanjutnya, I Made mengatakan, bahwa Bhagawad Gita yang juga dikenal The Song Of God adalah sloka-sloka suci yang diwejangkan oleh Sri Kresna, di mana merupakan Awatara atau penjelmaan Dharma, atau penjelmaan Tuhan ke bumi kepada Arjuna. Dan ini terjadi ketika akan dimulainya perang bangsa Bharata (India) atau Bharata Yuda. Maka dari itu, dengan petuah tersebut, Arjuna sadar akan tugasnya sebagai seorang kesatria untuk membela negara, membela kebenaran dan memerangi kejahatan, paparnya.

Melalui seminar ini juga, dia menuntun ke semua hadirin untuk mengenal nilai-nilai filosofi Bhagawad Gita yang universal sebagai penuntun hidup sehari-hari, baik sebagai penganut Agama Hindu maupun sebagai warga negara, ajaknya.

Kini semakin banyak yang menggemari Bhagawad Gita, bahkan sudah terbentuk komunitas Bhagawad Gita di beberapa negara. Bahkan, Presiden pertama Indonesia sendiri, Ir. Sukarno, dahulu sering mengutip salah satu sloka Bhagawad Gita ketika beliau membangun rasa kebangsaan.

I Made Pande berpendapat, mungkin PHDI pusat perlu mengusulkan agar Bhagawad Gita dijadikan warisan dunia melalui UNESCO, sebelum negara lain mengisikan.

“Kalau kita lihat realita pemberitaan akhir-akhir ini, seperti adanya sejumlah pejabat negara baik Executiv, Legislatif maupun Yudikatif termasuk kalangan swasta, banyak yang terjerat kasus korupsi. Itu menunjukkan mulai menipisnya nilai-nilai moral, sehingga menghilangkan rasa malu di kalangan para pejabat, dan seakan tidak perduli terhadap agamanya”.

Melalui seminar ini, dia berharap, semoga nilai-nilai agama yang menjunjung tinggi moralitas, kesucian, kebenaran, dan rasa malu semakin menguat. Selain juga mempunyai rasa tabu untuk berbuat dosa, tabu mencuri uang negara, sehingga negara kita tetap kokoh dan kuat, karena para pejabat dan aparatur negara nya memiliki nilai moral yang tinggi dilandasi agamanya masing-masing.

Menurutnya, nilai-nilai filosofi Bhagawad Gita yang universal perlu diakomodir di dalam merumuskan undang-undang. Hal ini diperlukan guna mendukung Trisakti dan Nawacita yang dicanangkan Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan Good Governance – Clear Governance. “Dan semua itu dilakukan untuk menjaga agar ideologi Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika, dijunjung tinggi dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga NKRI akan terus tegar selamanya,” tutup I Made, usai seminar, dikonfirmasi jayantaranews.com. (Tim JN)