SUMEDANG – reportasejabarnews.com

IMG-20170507-WA0046

Asep Kurnia, Ketua KPU Kab. Sumedang

Pelaksanaan Pilkada 2018 nanti, Kabupaten Sumedang tidak bakal sendirian lagi. Ada 15 kota dan kabupaten lain plus satu Pemerintahan Provinsi yang juga akan menyelenggarakan Pilkada.

Penyelenggaraan Pilkada nanti ini terbungkus dalam penyelenggaraan Pilkada serentak yang mulai dicanangkan Pemerintah pada tahun 2016 bahwa Pilkada harus dilaksanakan serentak bagi Pemerintahan yang berdekatan waktu habis masa jabatannya.

Menurut Ketua KPU Sumedang, Asep Kurnia, sebelumnya Sumedang memang selalu melaksanakan Pilkada gabungan bersama Pemilihan Gubernur untuk Pemprov Jawa Barat. Namun selama dua tahun melaksanakan pemilihan gabungan, ada saja perubahan peraturan yang terjadi. Alhasil, penyelenggara kebingungan akan perubahan ini.

Menunggu kepastian hukum dan memperjuangkan peraturannya seringkali terjadi demi terhindarnya suatu pelanggaran hukum. Meski demikian, keragu-raguan seringkali masih ada dalam benak penyelenggara karena hanya satu-satunya Pemerintah Kabupaten yang melaksanakan Pemilihan Bupati pada saat itu.

“Namun dalam Pilkada serentak nanti, penyelenggara kini tidak lagi harus memperjuangkan peraturannya secara sendiri-sendiri. Ini menjadi kelebihan tersendiri dalam pelaksanaan Pilkada serentak. Segala macam Kadus dan penanggulangannya serta bagaimana menerapkan suatu aturan kini akan dibahas, diterapkan, diikuti oleh semua kota dan kabupaten pelaksana Pilkada serentak,” demikian kata Asep Kurnia yang akrab dipanggil ‘Askur’ ini.

Dalam Pilkada serentak nanti, beberapa regulasi yang harus dicermati adalah terkait calon tunggal, calon perseorangan, ketentuan persyaratan pencalonan, dan kampanye yang kini ditanggung KPU.

Secara konsep pelaksanaannya, tidak ada yang berbeda antara bersamaan atau tidak bersamaan. Masing-masing kota dan kabupaten menyelenggarakannya secara sendiri-sendiri dengan aturan Pilkada yang sudah ada. Namun semua pihak lebih waspada serta lebih memperhatikan pelaksanaan aturan dan penyelenggaraannya karena terjadi di semua daerah.

“Penyelenggaraannya bisa jadi lebih mudah karena aturan yang dipegang sama dan semua pelaksana baik tingkat daerah hingga pusat tercurah perhatiannya pada pelaksanaan Pilkada serentak,” ujar Asep.

Tahun 2018 mendatang, Sumedang akan menjadi salah satu daerah dari 16 daerah kabupaten dan kota di Jawa Barat yang menyelenggarakan Pilkada serentak. Satu lagi daerah yang menyelenggarakan Pilkada serentak adalah Pemprov Jawa Barat yang akan memilih Gubernur. Jadi total ada 17 Pemerintahan di Jawa Barat yang melaksanakan Pilkada serentak.
(Humas Setda Kab. Sumedang//Hendry Hidayat-RJ)