Presiden Resmikan Tol Soroja, Akses Ke Soreang Bisa Dipangkas 12 Menit

Bandung – Jayantara News

IMG_20171202_162634

Usai membagikan 10.000 sertifikat, Presiden Joko Widodo menuju Gerbang Tol Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat untuk meresmikan jalan Tol Soreang – Pasir Koja (Soroja), Senin (4/12).

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan, Tol Soroja merupakan infrastruktur yang paling dinantikan masyarakat Kabupaten Bandung dan Kota Bandung. Pembangunan tol sepanjang 10,55 kilometer ini telah mangkrak cukup lama, sejak tahun 1996.

Presiden lantas menggunakan bahasa Sunda saat menyampaikan perasaannya usai meresmikan Tol Soroja itu,  “Ka Soreang Ngagaleuh laja, uihna ka Pasir Koja, geuning ayeuna aya tol Soroja. Dina rasa anu bahagia,” kata Presiden, yang artinya, “ke Soreang beli lengkuas, pulangnya ke Pasir Koja, ternyata sekarang ada Tol Soroja. Jadi rasanya bahagia”.

Dengan dibukanya Tol Soroja, akses menuju Soreang yang biasanya 1,5 jam sekarang bisa dipangkas menjadi 12 menit.

Presiden mengingatkan masyarakat Bandung Selatan, terutama Kabupaten Bandung agar bersiap untuk mengalami percepatan di berbagai bidang.

“Jangan lupa, bersiap juga dengan Kartu e-Tol, karena semua pintu sudah sistem elektronik,” ujar Presiden Jokowi.

Presiden meyakini, adanya Tol Soroja ini akan memudahkan wisatawan menuju tempat wisata kebun teh di Rancabali, Malabar, Pangalengan, dll.

“Ada danau indah Situ Patenggang, Cileunca, Cimanggu, Ciwalini, Kawah Putih, Rumah peninggalan Boscha dan rumah tempat syuting film Pengabdi Setan ada di Bandung Selatan,” ungkap Presiden.

Tol Soroja yang menjadi bagian dari jaringan transportasi Bandung Raya dan terkoneksi dengan Tol Purbaleunyi ini memiliki lima gerbang yaitu Margaasih Barat, Margaasih Timur, Kutawaringin Barat, Kutawaringin Timur dan Soreang.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Herry Trisaputra Zuna, mengatakan, pembangunan Tol Soroja ini menghabiskan biaya Rp. 1,765 Triliun merupakan kerjasama Pemerintah dan badan usaha yang sahamnya 65 persen dimiliki PT. CMNP, 25 persen PT. Wijaya Karya dan 10 persen Jasa Sarana.

Turut mendampingi Presiden antara lain Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan, Budi K. Sumadi dan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan.
Sumber : Setkab