Proyek “SUPERINDO” Marakesh Rancasari Bandung, Tak Berizin & Abaikan Teguran Kecamatan!

IMG_20180205_205107

Bandung – Jayantara News

IMG_20180202_185549

Proyek pembangunan swalayan atau toko modern Superindo di Perumahan Marakesh, yang berlokasi di Kelurahan Derwati, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, ditolak keras pihak kecamatan.

Proyek pembangunan swalayan atau toko modern Superindo yang saat ini sedang berlangsung, dan ditolak keras oleh pihak kecamatan, dengan surat yang dikeluarkan langsung pihak kecamatan sebagai bentuk penolakan No 658/480 kec-Rcse tanggal 16 November 2017, sebagai evaluasi keberadaan toko modern di wilayahnya, mengundang pertanyaan publik.

IMG_20180205_205040

Saat ditinjau dan dikonfirmasi langsung oleh Jayantara News ke lokasi proyek, Senin (05-02-18) pukul : 11:15 WIB, Arman, Kontraktor Pelaksana, juga selaku Project Manager (PM) PT. Adijaya Bangun Persada balik bertanya. “Sudah ada izin atau belum dari pihak, untuk menanyakan proyek ini ?. Karena saya hanya PM di sini,” ucapnya.

Menindaklanjuti perihal konfirmasi tersebut, akhirnya Arman meminta Arif, selaku Manager Kontruksi (MK), untuk menjelaskan terkait pembangunan yang dimaksud.

Arif menjelaskan,” untuk Lifestyle Superindo dan Ruko, sebelumnya yah kami colong star, dan tentu saja proyek ini sudah ada IMB, dan kantongi izin. Mana mungkinlah bila tidak ada izin kami bangun, apalagi ini punya Margahayu yang sudah berkiprah 47 tahun di Bandung. Apartemen Newton aja itu proyeknya, terkait izin kami sudah datang dan berkordinasi dengan Muspika, terkait izin tetangga juga tidak ada masalah, dan lebih jelasnya bisa langsung tanya di Kantor Pusat Bandung di Suites,” jelasnya.

“Superindo dibangun berdasarkan kebutuhan dari warga penghuni Marakesh, dan jelas kebutuhannya, karena mempermudahkan belanja. Terkait Amdal dan yang lain-lain, kami juga berkordinasi dengan pihak perizinan Kota Bandung,” tutur arif.

IMG_20180205_205028

Sementara itu, Aris, (Plt) Kasi Trantib Satpol PP Kecamatan Rancasari, Kota Bandung menjelaskan, pihaknya sudah memberikan warning terkait proyek Superindo Marakesh, bahkan sempat dihentikan ketika surat teguran dilayangkan 16 November lalu, karena jelas dalam pemukiman sudah tidak boleh dibangun toko modern, dan itu aturan yang harus ditaati. “Sepertinya memang bandel Superindo ini, dan saya akan layangkan lagi surat ke dua secepatnya untuk teguran yang kedua kali,” pungkasnya.

(Uchok Hendra Bunawan JN)