PT BSTM Nakal! MCAB : Putuskan MOU Bagi Pabrik & Industri Yang Pakai Pompa Illegal

IMG_20180511_190446

JAYANTARANEWS.COM, Kab Bandung

FB_IMG_1515036941798

Pengolahan Air Limbah Terpadu PT Mitra Citarum Air Biru (MCAB) yang berlokasi di Jl. Cisirung 38 Dayeuh Kolot Pasawahan, Kecamatan Dayeuh Kolot, Kabupaten Bandung, saat ditemui JAYANTARANEWS.COM, pada Jum’at (11/5) pukul pukul:15:10 WIB, melalui  Nur Setiawan mengungkapkan, pihaknya baru tahu, dan menanyakan lokasi tersebut di mana persisnya, agar kami bisa lakukan perbaikan dan memberi teguran keras terhadap pabrik atau industri yang masih bandel dan terus menerus buang limbah sembarangan, ujarnya.

Dia juga menjelaskan, memang sebenarnya masalah limbah ini tidak mudah, yang dulu saja kesulitan, apa lagi terkait instalasi pipa yang sudah lama. ” Saya selaku pimpinan terus lakukan perbaikan dalam hal pengolahan limbah yang masih bocor, kita juga selalu tanggap dan respon pengaduan, terkait limbah pabrik yang masih bandel dan membangkang. Walau sudah sering kali diperingati, tapi masih selalu melakukan seenaknya,” ucapnya.

Memang biasanya masalah yang kemarin dari Mengger yang limbahnya budal, sudah tidak lagi karena diperbaiki, apa lagi bila hujan dan banjir.

Kesempatan buang limbahnya, terkait PT BSTM ini memang pabrik nakal, sering diperingati tapi masih bandel, dan jelas bila dilihat dari buang limbahnya, pabrik ini makai pompa illegal untuk buang limbahnya, apa lagi sampai banjir seperti itu,” ungkap Nur.

” Saya akan lakukan pemeriksaan dan teguran pada BSTM, karena seenaknya buang limbah, apa lagi pakai pompa secara sembunyi buang limbahnya. Kita kadang lakukan sidak pada pabrik dan industri nakal, dan memang pompanya dipindah – pindah bila ketahuan, surat teguran dan peringatan sering saya layangkan, tapi tetap tidak diindahkan, maka kedepannya, saya akan tegas putuskan MOU bagi pabrik dan industri yang pakai pompa illegal dan kolam limbah yang tak sesuai spesifikasi,” tegas Nur.

Kedepannya kita akan lakukan perbaikan,  bekerjasama dengan pihak ke tiga untuk perbaikan saluran limbah, dan saat ini masih dalam RAB, karena bianyanya cukup besar, kita juga masih tunggu dari pusat terkait biaya yang harus dikeluarkan, dan pabrik atau industri tidak boleh pakai pompa, kecuali nanti disesuaikan spesifikasinya, terkait pompa mana yang boleh dipakai, karena terlalu besar pompanya juga akan merusak jaringan instalasi limbah, ungkapnya.

(Asep Dr/Hdr JN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here