PT MCAB Dayeuhkolot : Kerusakan Pipa Limbah Disebabkan Galian PDAM!

IMG_20180420_010526

Dayeuhkolot – Jayantara News

FB_IMG_1515036941798

Pengelolahan Air Limbah Terpadu PT Mitra Citarum Air Biru (MCAB) yang berlokasi di Jl. Cisirung 38 Dayeuhkolot Pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, masih terlihat kotor, dan baunya masih menyengat di lingkungan MCAB, walaupun di ruang terbuka, namun tetap menyengat hidung, terlihat sirkulasi airnya masih hitam dan kental, mengalir dalam saluran.

IMG_20180420_010600

Nur Setiawan, Direktur PT Mitra Citarum Air Biru (MCAB), menjelaskan, memang banyak Manhole yang bocor beberapa hari yang lalu, dan terus dilakukan perbaikan. Kerusakan pipa limbah disebabkan oleh galian PAM beberapa waktu yang lalu, sehingga menyebabkan kebocoran, tapi kita juga terus benahi dengan cara dicor, karena memang harus dicor dulu, bila dibuka tutup manhole khawatir mudal limbahnya, ungkap Nur.

“Kita juga lakukan pembersihan baik sampah dan tanah yang namper di pipa. Memang pada hong limbah juga banyak yang rusak akibat kena boring PDAM, saat ada galian PAM, dan ada juga kekotoran, baik sampah, tersumbat tanah juga, dan ada tanah yang langsung keras setelah diangkat, itu juga menyebabkan pipa limbah mampet. Kita juga dikasih waktu 1-1,5 tahun dalam perbaikan pipa yang bocor,” jelas Nur.

“Pipa bocor akibat galian PAM, tanah yang digali sedalam 70 cm oleh PDAM, masalah juga ada dibanjir, karena pipa kita dengan permukan Citarum, lebih tinggi Citarum, dan kebocoran juga sudah teratasi. Jumlah pabrik lebih dari 30 di sini, dan hanya 24 pabrik saja yang diolah oleh MCAB, karena biasanya pabrik tersebut sudah punya IPAL sendiri untuk proses limbahnya, katanya.

Baca : <a href=”Terkait Pengolahan Limbah, PT MCAB Dayeuhkolot Keluhkan Minimnya Anggaran – http://jayantaranews.com/terkait-pengolahan-limbah-pt-mcab-dayeuhkolot-keluhkan-minimnya-anggaran/”.

— <a href=”Limbah Bocor! Pengelolaan Limbah Industri PT MCAB Dayeuhkolot Tidak Maksimal – http://jayantaranews.com/limbah-bocor-pengelolaan-limbah-industri-pt-mcab-dayeuhkolot-tidak-maksimal/”>

“Untuk pabrik sendiri bayar variasi, 6 juta sampai 7 juta perbulan, tergantung luas pabrik dan buangan limbahnya, per m3, tapi kita bisa menampung 14 ribu m3 dalam setiap harinya, karena pipa baru hanya untuk buang ke Citarum, selebihnya pipa lama, mesin DAB pembersih masih belum maksimal”.

Nur Setiawan juga menjelaskan, PT MCAB di bawah pengawasan DLH Kabupaten Bandung, dan bekerja sama dengan Damkar kedepannya. “Memang masih banyak pabrik juga yang nakal, yang tidak harus pakai pompa dalam membuangnya. Tapi pakai pompa, dan itu akan kita tindak dan ditegur, karena tidak boleh pakai pompa, hanya saja ada juga pabrik yang sembunyi-sembunyi dalam melakukan itu,” imbuh dia.

Nur Setiawan juga tidak mau disamakan dengan PT Damba Intra, yang sebelumnya tersandung masalah akibat banyak pelanggaran saat dikelola, dan menurutnya, itu sudah ditersangkakan, tapi dia tidak ditahan, ada kok di rumah, dan memang staf yang lama juga kita panggil, karena dibutuhkan,” dan saya yakin tidak seperti kemarinlah bila MCAB, gak boleh seperti kemarin itu, walau ini swasta, dan akan diambil alih oleh Pemkab,” ujarnya.

“Karena untuk kerja maksimal, lanjutnya, masih tunggu dana bulan mei 2018 yang akan turun, ini butuh anggaran besar untuk mengelolany,” tutur Nur.

(Hdr/Asep Dr JN)