PWO & IPJI Kecam Pemberitaan Riau1.com, Taufiq Rachman: Tugas Pemerintah Tertibkan Media!

IMG_20180526_184727

JAYANTARANEWS.COM, JAKARTA

FB_IMG_1515036941798

Pemberitaan tak sedap diluncurkan oleh Media Online Riau1.com, yang menyebutkan sebanyak 319 Media Online diduga abal-abal. Atas pemberitaan itu, sejumlah Perusahaan Pers yang dicantumkan nama medianya merasa sangat dirugikan dan berencana akan melaporkan Media Online Riau1.com kepada pihak Kepolisian atas pencemaran nama baik.

IMG_20180526_184509

Menyikapi hal tersebut, Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Online (PWO) Independen Nusantara, Dra Marnala Emi Manurung mengecam keras atas pemberitaan Riau1.com yang menyebutkan sebanyak 319 Media Online diduga abal – abal.

” Tentu, ini bertolak belakang dengan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Alasanya, lanjut Marnala, setiap pemberitaan harus dicek dahulu kebenarannya bukan “Main Tembak”.

Dikatakannya, pemberitaan tersebut tidak berdasarkan fakta dan hanya opini, jelas hal ini melanggar.
“ Berita itu hanya opini, tidak berdasarkan fakta, apa yang diberitakan oleh Riau1.com, sehingga menimbulkan fitnah dan ketidaknyamanan para pemilik media tersebut,” kata Marnala yang juga Pimpinan Umum intijayanews.co.id (ijn), Sabtu (26/5).

Ia menambahkan,” di dalam Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), salah satunya adalah penghinaan/pencemaran nama baik, pada Pasal 27 ayat (3). Perubahan UU  ITE menegaskan, ketentuan tersebut adalah delik aduan dan unsur pidana mengacu pada ketentuan pencemaran nama baik dan fitnah yang diatur dalam KUHP,” papar Marnala, di bilangan Kramat Raya saat menjamu kehadiran Nuhroji Tim IT PWO Independen Nusantara.

Lebih lanjut Marnala menegaskan, Wartawan Online harus mengetahui UU ITE agar tidak terjebak dalam pemberitaan yang disajikan kepada publik. Dalam UU No 19 Tahun 2016 menjelaskan, untuk menghindari multitafsir.

Menurutnya, dalam penyajian sebuah pemberitaan, seorang wartawan harus berdasarkan konfirmasi dengan yang bersangkutan. Terkait pemberitaan di Riau1.com, kami sangat menyayangkan dan bentuk kebodohan karena tidak sesuai 5 W 1 H. “ Harusnya, Riau1.com dalam mengelolah sebuah pemberitaan terlebih dahulu mencari kebenarannya dan konfirmasi dengan yang bersangkutan. Artinya, berita yang disajikan benar – benar akurat dan tepat sasaran,” tegas Marnala.

Sementara itu, kecaman juga datang dari Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia.(IPJI). Pihaknya sangat menyayangkan atas pemberitaan Riau1.com.

Dikatakan Ketua Umum IPJI, H Taufiq Rachman, SH.S.Sos, atas pemberitaan yang dipublikasikan Riau1.com sungguh sangat merugikan para pemilik media.
“ Darimana dia tahu, kalau 319 Media Online yang disebutkan itu, diduga media abal-abal ?,“ cetus Taufiq, melalui pesan WhatsApp.

Ia menegaskan, jangan melempar opini menyesatkan, yang endingnya akan merugikan semua orang.
“ Pemberitaan yang mau dipublikasi harus dicari tahu ke absahannya, jangan asal menerima postingan lalu dibuat berita ini, sama saja berita Hoax. Harusnya, ini tugas Pemerintah dalam kaitan ini Kemkominfo untuk menertibkan media yang mempublis berita – berita Hoax,” tegas Taufiq.
(Yani)