Saling Lempar! Bermodus Map Sampul Rapor, SDN Rancamanyar 06, Diduga Lakukan PUNGLI

IMG_20180416_171852

Bale’endah – Jayantara News

FB_IMG_1515036941798

Kepala Sekolah Dasar Negeri Rancamanyar 06, inisial EN saat dikonfirmasi langsung Senin (16-04-18), pukul: 11:10 WIB, di SDN Rancamanyar 06, Jl. Punclut No 26 Kecamatan Bale’endah, Kabupaten Bandung, sedang tidak ada di tempat. Rapat di luar, menurut keterangan para guru yang sedang di ruangan, dalam menyusun Surat Pernyataan orang tua murid.

IMG_20180416_171902

Awalnya, Guru kelas 5, (N) tidak mengetahui bahwa adanya pungutan sebesar 26 ribu, dan itu tidak dibenarkan, ucapnya. Namun akhirnya dia mengakui adanya pungutun tersebut. Dalihnya, Komite Sekolah yang melakukan hal tersebut, dengan alasan atas persetujuan wali murid. “Pungutan sebesar Rp 26 ribu persiswa untuk map sampul rapor,” jelasnya.

“Dalam pungutan uang sebesar Rp 26 ribu persiswa, pada dasarnya ide baik, karena atas persetujuan wali murid, dan para guru tidak menerima uang tersebut, karena langsung diberikan pada Komite Sekolah, dari jumlah yang sudah dikumpulkan dan sudah jauh hari dibicarakan bersama,” ujar Guru Y yang ikut memaparkan.

Pungutan juga sudah diketahui oleh Kepala Sekolah dan disetujui, karena menurut Kepala Sekolah itu ide bagus. Sementara, bantahan dari para guru, bahwa dalam pungutan tersebut tidak semua kelas, hanya beberapa kelas saja yang mengikuti kurtilas, dan ini berdasarkan inisiatif para wali murid. “Ini memang ide mereka dengan Komite Sekolah, dan Kepala Sekolah hanya mengetahui saja, tutur para Guru (Y, N, T, dan N).

Dikonfirmasi lain tempat, menurut orangtua siswa yang tidak mau disebutkan namanya membeberkan, bahwa tidak benar pungutan 26 ribu itu ada rapat orang tua. “Tahu-tahu ada pungutan buat map sampul rapor. Jelas kami kaget, dan kami selaku orang tua bayar saja, sambil bertanya-tanya. Setelah ramai masalah ini, kami para orang tua siswa dipanggil untuk buat Surat Pernyataan,” ucapnya.

Dalam melakukan kebijakan tersebut, diduga kuat Kepala Sekolah SDN Rancamanyar 06, EN ada cuci tangan terkait Pungutan Liar (Pungli) tersebut, karena Kepala Sekolah tidak bisa membuat pertimbangan dampak kedepannya. Dalam permasalahan ini bahkan seakan saling lempar tangan antara Guru, Kepala Sekolah dan Komite.

Guru Y, ketika ditanya terkait Pungutan Liar dimaksud, selalu saja mengarahkan pada Komite Sekolah, sementara dari pungutan uang dengan “Surat Pernyataan”, jedanya cukup jauh.

Menurut Guru Y, hal pungutan tersebut hanya lisan saja, pemberitahuan pada orang tua siswa. Karena dianggap perlu, makanya Surat Pernyataan diperlukan, dan memang Kepala Sekolah juga mengetahui, walaupun pada dasarnya pungutan tersebut salah, diakui Guru Y.

(Uchok Hendra JN)