RANCAEKEK, Reportase JABAR

Sikap tak terpuji ditunjukan oleh oknum Kepala Desa Rancaekek Wetan (ES) terhadap salah seorang Jurnalis Tabloid Reportase JABAR (AB) ketika dikonfirmasi di kediamannya, Kamis (20/04/2017).

Kejadian tersebut berawal ketika AB diminta bantuan oleh rekan seprofesinya (J) untuk mewawancarai Kepala Desa Rancaekek Wetan (ES) guna melengkapi bahan berita perihal pelaksanaan kerja bakti yang dilaksanakan oleh Kepala Desa bersama beberapa OKP di Wilayah Rancaekek Wetan.

Berawal kecintaan AB terhadap lingkungan, selain itu AB juga masih warga Griya Utama yang masuk dalam lingkup Desa Rancaekek Wetan dan salah seorang pengurus RW di Wilayah Rancaekek Wetan, sekaligus merupakan aktivis lingkungan. Maka dari itu, atas inisiatip kepedulian AB, bahwa segala kegiatan positif di sekitar tempat tinggal AB perlu diekpos untuk dikonsumsi khalayak ramai terutama di wilayah Rancarekek yang menjadi langganan banjir.

“Padahal saya sangat mengapresiasi terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh Kepala Desa Rancaekek Wetan yang terjun langsung memberikan contoh membersihkan tumpukan sampah di wilayahnya. Upaya tersebut sebagai langkah untuk mencegah bencana banjir dan patut ditiru oleh warganya”. Lontaran kalimat itu terucap dari AB, salah seorang wartawan Reportase JABAR.

“Entah mengapa, tiba-tiba Kades Rancaekek Wetan (ES) marah dan mengusir saya ketika diungkapkan maksud kedatangan saya bersama rekan (J) di kediamannya, ketika saya meminta wawancara untuk bahan berita. Saya pun bingung..! Apa kesalahan saya sehingga Kades Rancaekek Wetan (ES) murka dan marah,” papar AB. Dia (ES) berucap IMG_20170425_183733dengan lantangnya, “saya ini Sarjana Hukum ! Pergi sana!” ucap ES dengan ego nya.

Apakah meminta diwawancarai untuk bahan berita melawan hukum? Kalau maksud menjatuhkan kredibilitas seseorang, mencari kesalahan seseorang bahkan sampai mengemis dan memeras meminta uang baru itu melanggar hukum!,” ujar AB.

Sebagai Insan Pers dan manusia biasa, AB sangat tersinggung oleh sikap ES yang menjatuhkan citra dan nama baik seorang Jurnalis. Apalagi jika penolakan itu dilakukan secara kasar, hal ini melecehkan profesi wartawan sebagai insan yang memiliki tugas mencari dan menyampaikan informasi kepada publik.

Bahkan sikap tersebut melanggar Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999 tentang Pers. Ketentuan Pidana Pasal 18 Ayat (1) : Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3), terkait bahwa tanpa ada klarifikasi dan permohonan maaf secara langsung, maka AB dalam hal ini, di samping berprofesi sebagai seorang Jurnalis namun juga sebagai warga Rancaekek Wetan, jelas sangat kecewa mempunyai pemimpin yang sikapnya arogan dan tidak patut ditiru.

  • Menyikapi hal tersebut, Agus Chepy K, selaku Redaktur Pelaksana sekaligus Koordinator Wartawan Reportase JABAR mengungkapkan, ini sudah tidak bisa dibiarkan. Mestinya sebagai pelayan publik, dia itu (ES) menyambut baik dan mesti tahu perihal kedatangannya. Kalau sikapnya ES begitu, jelas sudah melecehkan dan menghalangi kinerja wartawan, sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 18 UU Pers No. 40 Tahun 1999, dikatakan bahwa, setiap orang yang melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang dapat menghambat atau menghalangi ketentuan pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) terkait menghalang-halangi upaya media untuk mencari dan mengolah informasi, dapat dipidana dalam pidana kurungan penjara selama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak 500 juta rupiah. Jadi ini ketentuan pidana yang diatur dlm Undang-Undang Pers,” tegas Agus.IMG_20170425_170532

736 KOMENTAR

Comments are closed.