Sikapi Bangunan PT. JLM Di Zona Hijau, Ketua DPRD Karawang Geram !

Karawang – jayantaranews.com

H. Toto Suripto, SE, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karawang geram menyikapi permasalahan PT. Jatisari Lestari Makmur (JLM) yang diduga menggunakan zona hijau atah lahan ketahanan pangan di Desa Cikalongsari, Kecamatan Jatisari, Karawang.

“Bukan persoalan luas atau tidak luasnya lahan yang dipergunakan oleh PT. JLM untuk membangun gudang. Yang jadi persoalan, itu kan lahan teknis yang tidak boleh beralih fungsi menjadi apa pun. Apa lagi kalau sampai benar dibangunnya pabrik di lokasi tersebut. Tidak ada istilah pemberhentian atau penyegelan pembangunan, tapi harus di bongkar. Bahkan saya meminta, agar PT. JLM mereklamasi kembali lahan yang dipergunakannya. Kembalikan lahan tersebut menjadi sawah seperti semula,” tutur Toto.

Lebih lanjut Toto mengatakan,” Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, sebagai pengganti Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1984, dengan tegas mengatur, bahwa untuk industri tidak boleh lagi ada di zonasi, harus masuk kawasan industri semua. Ini kok tiba-tiba keluar Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk gudang, seluas 3,5 hektar. Ya walau pun untuk industrinya belum.”,

Zona hijau atau lahan ketahanan pangan itu harga mati. Mau berapa pun luasnya yang dialih fungsikan ke non teknis pertanian, itu tidak boleh. Kita harus tetap mempertahankan lahan teknis pertanian, tanpa pengecualian apa pun.

“Untuk itu, saya akan segera meminta Komisi A DPRD Karawang melakukan hearing dengan pihak-pihak terkait, agar mendapat keterangan langsung dari para pihak. Entah itu pihak Pemerintah, maupun pihak PT. JLM,” ujarnya.

Soal kejanggalan Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB), dimana nama antara kop surat dan pada kolom tanda tangan serta stempel dinas berbeda, itu pun harus kita pertanyakan keasliannya, kata dia.

(Ndri / Goes JN)