Tak Jelas Dokumen Ruislagnya, Pembongkaran Jalan Oleh Dago Resort Ditentang Warga & LSM

IMG_20180408_023114

Cimenyan – JAYANATARANEWS.COM

FB_IMG_1515036941798

Pembongkaran jalan desa yang menghubungkan Kampung Babakan Cikutra II menuju Awiligar oleh pihak PT Resort Dago Pakar ditentang sejumlah warga dan LSM.

Jum’at (7/4/2018) perwakilan warga, Ormas dan LSM mendatangi Kantor Desa Mekarsaluyu. Disamping mempertanyakan kejelasan status jalan,  mereka menyayangkan pembongkaran jalan dilakukan tanpa sosialisasi terlebih dahulu.

” Kenapa pihak pengembang tidak ada sosialisasi dulu. Ini situasinya jadi tidak kondusif. Kami menemui Kepala Desa meminta ada mediasi dengan pihak Dago Resort,” kata Satria, salah seorang perwakilan warga di Kantor Desa Mekarsaluyu, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung.

IMG_20180408_080843

Jalan yang dibongkar berlokasi di dalam kawasan perumahan elite Dago Resort, di Desa Mekarsaluyu, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Pembongkaran jalan jadi polemik, lantaran tidak adanya kejelasan soal dokumen tukar guling jalan pengganti. Selain itu, jalan masih banyak digunakan aktivitas warga di sekitar Dago Resort.

” Informasi soal Ruislag jalan desa dengan PT Resort Dago Pakar tidak jelas,” ujar warga yang tidak mau disebut namanya kepada Jayantara News.

Perihal dokumen ruislag, Didin Sukaya, Kepala Desa Mekarsaluyu mengatakan bahwa dokumen tersebut ada.

IMG_20180408_080830

” Data dokumen antara pengusaha PT Resort Dago Pakar dan Pemerintah itu buktinya ada,” ungkapnya.

Didin juga berjanji pihaknya akan berkordinasi dengan pengembang PT Resort Dago Pakar untuk melakukan musyawarah dengan masyarakat.

Sementara itu, Adhie Wahyudi, Ketua DPC LSM PMPRI Kabupaten Bandung yang turut hadir dalam pertemuan di Kantor Desa Mekarsaluyu menuturkan, pihaknya akan turut mengawasi penyelesaian permasalahan ini.

” Kami melakukan fungsi kontrol sosial. Kalau ditemukan ada pelanggaran, kami tidak akan segan-segan melaporkan pada lembaga Penegak Hukum,” tegas Adhie.

Selanjutnya Aceng, Tokoh Masyarakat Desa Mekarsaluyu, meminta Kepala Desa Mekarsaluyu untuk memperhatikan kepentingan masyarakat.

” Tanah ruislag untuk jalan ini harus jelas pertanggungjawabannya. Karena yang kena dampaknya adalah masyarakat. Pihak desa harus berani pasang badan. Harus bantu masyarakat yang dirugikan,” ujar Aceng. (Tim JN)