Terbukti! Milangkala Ke 2 Solidaritas PKL Kab. Bandung “KOMPAK” Bisa Terwujud

Kab. Bandung – Jayantara News

FB_IMG_1515036941798

Komunitas Pedagang Pasar Keliling (KOMPAK) melaksanakan evaluasi sekaligus tausyiah akbar dalam rangka memperkuat ikatan silaturahmi di antara para pedagang kaki lima melalui wadah KOMPAK, di Bale Pasini Bale Endah Kabupaten Bandung, Senin, 22 Januari 2018.

Pada kesempatan itu, Rahmat, selaku Ketua KOMPAK menyampaikan, bahwa proses perjalanan membangun komunitas ini cukup panjang dan sangat mengelokan. Namun Alhamdullilah, dengan kesamaan pandangan, semangat yang tinggi, wadah KOMPAK ini bisa terwujud meski memang belum mampu mengakomodir saudara-saudara kita yang lainnya.

Dengan terbangunnya komunitas ini, kami juga sudah mendirikan Koperasi KOMPAK dan divisi sosialnya untuk kemanusiaan, seperti halnya yang kami lakukan belum lama ini, yakni berupa kunjungan ke beberapa panti asuhan di lingkungan sekitar sembari memberikan bantuan alakadarnya atas rereongan anggota kompak, dikatakan Rahmat saat ditemui Jayantara News, Senin (22/1).

Sungguh nikmat rasanya, dan semoga hal ini mampu menggugah saudara-saudara kita sesama pedagang kaki lima yang notabene dipandang sebelah mata oleh beberapa pihak, tutur Rahmat.

Tidak beda jauh dengan Yono, Ketua Panitia Penyelenggara Milangkala ke 2 tahun yang memaparkan, bahwa terlaksananya agenda ini adalah salah satu bentuk kekuatan kerjasama dari seluruh pengurus dan anggotanya yang tanpa pamrih. Hal ini semata-mata untuk turut serta membangun organisasi para pedagang dalam rangka mewujudkan kesejahteraan bersama, dengan saling bahu membahu, budayakan toleransi, dan tolong menolong sesama saudara senasib sepenanggungan dalam mempertahankan hidup yang layak.

“Insya Allah, acara ini akan dijadikan bahan evaluasi dalam segala hal serta upaya-upaya perbaikan ke depan,” ungkap Yono.

Adapun, kata dia, harapan terbesar melalui media, semoga segala hal kegitan kami dapat didengar oleh para pihak terutama Pemerintah Daerah melalui dinas terkait. Karena terus terang saja, imbuhnya, kami butuh pembinaan, pengetahuan agar bagaimana para PKL mampu menggerakan perekonomian rakyat yang berkontribusi terhadap pembangunan di wilayah Kabupaten Bandung.

Fasilitasilah kami, agar bisa dijadikan wisata PKL yang sesuai dengan tata ruang wilayah yang indah, elok dan bernuansa ekonomi yang religius, harapnya. (Riyanto BS / Rusli JN)