Terkait Pengolahan Limbah, PT MCAB Dayeuhkolot Keluhkan Minimnya Anggaran

IMG_20180417_153541

Dayeuhkolot – Jayantara News

FB_IMG_1515036941798

Terkait Pengelolahan Air Limbah Terpadu PT Mitra Citarum Air Biru (MCAB) yang berlokasi di Jl. Cisirung 38 Dayeuh Kolot Pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, “Nur Setiawan”, selaku Pimpinan MCAB, masih sibuk ditemui untuk dikonfirmasi, Selasa (17-04-18) pukul: 10:15 WIB, karena masih harus ditunggu laporannya.

Eti, staf admin menjelaskan, bahwa saat ini Pak Nur sedang sibuk, terkait laporan yang sedang ditunggu, dan memang masalah limbah, sekarang kita terus lakukan perbaikan dan evaluasi. Laporan dari yang lainpun kita terima, dan terus diperbaiki turun ke lapangan bersama dengan yang lain, ungkapnya.

IMG_20180417_153529

Masalah teknis itu mungkin yang bisa jelaskan Pak Nur, selaku Pimpinan, dan kita juga terus lakukan perbaikan, walau tidak semudah membalikan telapak tangan. Kita juga dengan LH, dan Pak Emil selaku pemantauan di lapangan, kita sedang melaksanakan beberapa macam upaya dalam bekerja, karena banyak yang harus ditangani. Pihak luar juga yang datang kita sampaikan, tutur Eti.

Kendalanya, pipa itu sendiri berada di bawah Sungai Citarum, dan banjir juga jadi kendala. MCAB juga tidak diam, kami terus upaya. Pabrik saat ini yang dikelola limbahnya, hanya 24 pabrik dan industri, SDM juga ada 20 orang, jumlah itu juga sedikit, dan anggaran juga jadi kendala utama, mesin penjernih air juga belum maksimal, baru 80%, sekitar 8 milyar, termasuk perbaikan pipa yang bocor, jelas Emil.

Diakui, hasil buang limbah dari pengolahan juga masih berwarna, dana perbaikan saja permeter 5 juta, bila 1,5 Km berapa dananya, tidak sedikit anggarannya.

Jelas ini terkait anggaran yang menjadi kendala utama, karena bila tidak segera diperbaiki air limbah akan mudal terus, dan penanganan untuk pabrik saluran limbah dicor, khawatir air limbahnya juga akan membanjiri dan mengalir ke sungai. Harapannya Kementerian juga bisa merealisasikan anggaran sesegera mungkin, ungkap Emil.

(Uchok Hendra JN)