Tingkatkan Potensi Si “Emas Hitam” Melalui Pemetaan Lahan

Bandung – Jayantara News

IMG_20171213_091323

Tak salah jika beberapa kalangan menyebut kopi dengan si “emas hitam”. Komoditi agroforestfy yang satu ini pasarnya terbuka dan trendnya terus menanjak. Untuk itu logis, bila Perhutani KPH Bandung Utara melakukan pengembangan budidaya kopi.

IMG_20171217_174948Aktif : Jajaran Polisi Hutan Perhutani KPH Bandung Utara, aktif dalam mengawal pengembangan budidaya kopi

Tanaman kopi di antaranya terdapat di BKPH Lembang dan Manglayang Barat, di mana, pengembangannya dilakukan melalui pemetaan budidaya kopi.

“Penanaman kopi ini ada yang sudah dikelola intensif, ada juga yang sudah ditanam tapi tidak terawat,” kata Komarudin, Administratur Perhutani KPH Bandung Utara kepada wartawan, baru-baru ini di Bandung.

Melalui pemetaan, akan diketahui kondisi real budidaya kopi di wilayah KPH Bandung Utara. Pemetaan juga nantinya memudahkan langkah pengembangan.

“Dari pemetaan, kita tahu, mana lahan yang kurang terawat, mana lahan yang kosong. Untuk lahan yang kurang terawat ada semacam perawatan khusus. Kita lakukan pemupukan dan lainnya,” ujarnya.

Sejauh ini, lanjut Komarudin, kendala budidaya kopi sudah tidak lagi terketak pada pengetahuan petani soal paska panen, tapi soal permodalan.

“Persoalan utamanya dipermodalan. Kalau pengetahuan pasca panen sudah berkembang, kita kerjasama dengan dinas lain untuk pelatihan,” tutur Komarudin.

Pemetaan budidaya kopi rencananya akan melibatkan para penggiat dunia kopi. Mulai dari petani, pebisnis kopi hingga kelompok-kelompok relawan yang mekakukan edukasi budidaya dan bisnis kopi.

“Saya optimis dengan revitalisasi ini, manfaat dari budidaya kopi bisa lebih dirasakan lagi,” ujarnya.

Dilain sisi, pengembangan budidaya kopi dapat meningkatkan keterlibatan masyarakat sekitar hutan di dalam menjaga hutan. Tak heran, untuk urusan ini jajaran Polisi Kehutanan Perhutani Bandung Utara aktif mengawal kelangsungan budidaya kopi.

(Komper KPH Bandung Utara/ Rohilawati)