Wahyu : Statement KABID Pertanian Pangandaran Tak Mendasar!, POKTAN Akan Kejar!

IMG-20180517-WA0114

JAYANTARANEWS.COM, Pangandaran

FB_IMG_1515036941798

Terkait dengan Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran yang telah mencoret Kelompok Tani (Poktan) Al-Hikmah tanpa alasan yang jelas dari daftar pemenang bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) pembangunan Damparit, sampai saat ini masih menjadi tanda tanya besar yang menimbulkan Praduga, Kamis, (17/05/18).

Sebagaimana sudah diberitakan sebelumnya,

Baca: <a href=”Diduga Dinas Pertanian Pangandaran Lakukan Praktik Permufakatan Jahat, POKTAN Dicoret Tanpa Alasan – http://jayantaranews.com/diduga-dinas-pertanian-pangandaran-lakukan-praktik-permufakatan-jahat-poktan-dicoret-tanpa-alasan/”>

Agus, selaku Kepala Dinas (Kadis) Pertanian mengatakan,” di Dinas Pertanian, Tim Teknis yang menjadi leading sektornya itu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Dimana dalam hal ini, yang menjadi PPK nya adalah Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Holtikultura,” ungkapnya.

Atas hal itu, maka kami dan yang lainnya selaku Tim Teknis sifatnya hanya membantu, karena hasil dari verifikasi melalui Tim Teknis yang turun ke lapangan diusulkannya ke leading sektor / PPK, yang juga sekaligus menjadi penentu ‘lolos dan tidaknya’, ringkas Agus.

Sementara itu, Tina Maryana, selaku Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Holtikultura, juga sekaligus sebagai PPK dari Tim Teknis menjelaskan, bahwa pihaknya tidak menandatangani hasil dari verifikasi oleh Tim Teknis terhadap Kelompok Tani Al-Hikmah, dikarenakan waktu dicek ke lokasi, terdapat bangunan yang serupa seperti Damparit, dan juga manfaatnya dinilai sama. Jadi atas hal itulah kenapa Kelompok Tani Al-Hikmah dicoret tidak lolos, paparnya.

Di tempat terpisah, Wahyu, selaku Ketua Kelompok Tani Al-Hikmah, saat dikonfirmasi JAYANTARANEWS.COM, pihaknya membantah pernyataan Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura. Dalam bantahannya Wahyu mengatakan, penjelasan Tina sebagai KABID sangat – sangat keliru. Karena bangunan yang ada di lokasi, itu bangunan (PAM) yang jelas fungsinya juga berbeda. Sedangkan Damparit untuk membendung air, dan mengalirkannya ke pesawahan, dimana itu sangat dibutuhkan masyarakat Petani Bangunkarya, dan menjadi sumber hajat hidup orang banyak, jelasnya.

Menurut Wahyu, jawaban Kabid hanya mencari pembenaran dengan alasan yang tanpa berdasar. Atas alasan tersebut, keyakinan kami semakin menguat tentang “dugaan persekongkolan jahat atas dicoretnya Kelompok Tani Al-Hikmah, tandasnya.

Wahyu menegaskan, sampai kemanapun, kami akan mengejar Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura tentang kebenarannya,” dan kalau sampai batas waktu belum juga ada penjelasan yang benar, maka kami akan lakukan Aksi Audiensi ke Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran,” pungkasnya. (Nana JN)